Tahun 2015 UPTD LPSE Kab.Kuningan Hemat Anggaran Pemerintah Hingga 3,29 Persen

Sejak diperkenalkan sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) beberapa tahun lalu, layanan tersebut telah mampu menghemat anggaran negara mencapai triliunan rupiah. Penghematan tersebut akan terus bertambah jika semua institusi negara menggunakan aplikasi Sistem Pengadaan Secara elektronik (SPSE) dalam pengadaan barang dan jasa berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 sebagai perubahan ke-empat dari Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Secara Elektronik.

Tidak terkecuali di Kabupaten Kuningan, Keberadaan UPTD LPSE dinilai telah mampu menghemat anggaran pemerintah sekaligus menjadi sarana bagi para pengusaha/penyedia barang dan jasa untuk mengikuti proyek lelang pengadaan barang dan jasa pemerintah secara elektronik (e-procurement) dari sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Kabupaten Kuningan.

Kepala UPTD LPSE Diskominfo Kabupaten Kuningan, Kusumo Daryo, S.Sos menyatakan, berdasarkan data lelang secara elektronik (e-Proc) pada website LPSE Kabupaten Kuningan hingga Desember 2015, jumlah paket lelang yang masuk mencapai 579 paket. Dari jumlah paket lelang tersebut 576 paket telah selesai atau sudah diumumkan pemenangnya. Sementara masih ada 3 sisa paket yang belum selesai namun dipastikan akan selesai sampai akhir Desember.

“Dari jumlah paket lelang di tahun 2015, jauh mengalami peningkatan kurang lebih 90 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dimana pada tahun 2014 hanya 319 paket lelang, hal ini menunjukan bahwa LPSE sudah berjalan dengan baik dan pengguna merasakan manfaatnya. Dan diharapkan jumlah paket lelang akan terus meningkat pada tahun 2016 mendatang,” Kata Kusumo kepada Info Kuningan Kamis (10/12/2015).

Lebih lanjut Kusumo menjelaskan dari jumlah keseluruhan paket lelang, nilai pagu selesai sebesar Rp.354.031.104.238. sementara nilai penawaran mencapai Rp.342.400.381.704.

“Sekarang ini, keberadaan LPSE sudah mulai dirasakan, terutama dari sisi penghematan atau efisiensi anggaran. Buktinya saja kita berhasil menghemat anggaran yang terbilang cukup besar dengan sisa tender sebesar Rp.11.630.832.534 atau tersisa 3,29 persen,” ujarnya.

Menurut Kusumo, dengan sistem pelelangan melalui LPSE, secara tidak langsung menguntungkan bagi kedua belah pihak baik pemerintah maupun penyedia. Bagi pemerintah selain waktu yang dibutuhkan relatif lebih cepat, terlebih lagi efisiensi anggaran yang tidaklah kecil. sementara bagi penyedia, keuntungan yang didapat ialah terciptanya persaingan usaha yang sehat, memperluas peluang usaha, dapat membuka kesempatan pelaku usaha mengikuti lelang, terjaminnya kerahasiaan penyedia serta mengurangi biaya transportasi untuk mengikuti lelang. (Yudi/MC Kuningan)