Tahun 2015 Kabupaten Kuningan Miliki 15 Kampung KB

Sejak tahun 2013, keberadaan Kampung Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Kuningan jumlahnya terus bertambah. Berdasarkan data yang ada di Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kab.Kuningan, tercatat pada tahun 2014 jumlahnya sebanyak 11 Kampung KB dan di tahun 2015 telah terbentuk sebanyak 3 Kampung KB, sehingga saat ini jumlahnya sudah mencapai 14 Kampung KB.

Secara kasat mata, Kampung KB dapat dilihat dengan terdapatnya berbagai sarana informasi tentang KB, adanya kader KB aktif, nama jalan/gang menggunakan nama-nama dari program KB serta terdapatnya sarana dan prasarana KB yang memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan mengenai KB.

Kepala BKBPP Kabupaten Kuningan, melalui Kabid Keluarga Sejahtera Hj.Jamilah, S.Pd., M.Si kepada Info Kuningan, Senin (7/11/2015) mengatakan, Kampung KB merupakan sebuah program dari pemerintah pusat yang diterapkan pada sebuah kawasan atau lingkungan yang menggambarkan program KB dalam pola kehidup keseharian masyarakatnya.

Selanjutnya Hj.Jamilah menjelaskan, Tujuan dibentuknya Kampung KB yaitu untuk menekan laju pertumbuhan penduduk, menekan angka kematian ibu dalam proses melahirkan, pembinaan bagi anak, dan sasaran akhirnya adalah kampung mandiri dengan tatanan masyarakat yang sejahtera, sehingga terciptanya Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) di Kabupaten Kuningan.

“Sampai dengan tahun 2015, di Kabupaten Kuningan telah dibentuk 14 Kampung KB diantaranya, Desa Ciherang (Kec.Kadugede), Citangtu (Kec.Kuningan), Manis Kidul (Kec.Jalaksana), Kalapagunung (Kec.Kramatmulya), Dunungkeling (Kec.Cigugur), Cipondok (Kec.Cibingbin), Garajati (Kec.Ciwaru), Sukamulya (Kec.Garawangi), Kaliaren (Kec.Cilimus), Cimara (Kec.Mandirancan), Bendungan (Kec.Lebakwangi), Pamijahan (Kec.Ciawigebang), Jagara (Kec.Darma) dan Desa Japara (Kec.Japara),” jelas Hj.Jamilah.

Dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kampung KB, menurut Hj.Jamilah, Pihaknya juga membentuk kelompok-kelompok masyarakat produktif melalui kegiatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS).

“Kegiatan UPPKS ditujukan bagi perempuan peserta KB aktif dengan membentuk kelompok-kelompok usaha. Dimaksudkan supaya perempuan/ibu rumah tangga dapat memiliki penghasilan yang dapat membantu perekonomian keluarga,” papar Hj.Jamilah.

Lebih lanjut Hj.Jamilah mengemukakan, di Kampung KB pihaknya melalui petugas Penyuluh Lapangan (PL) KB, terus melakukan pembinaan dan memberikan KIE seputar KB kepada masyarakat, terutama dalam hal Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL) serta memberikan pengetahuan tentang jenis alat kontrasepsi dan manfaatnya.

“Kami berharap program ini bisa berjalan sebagaimana mestinya, dan peran serta masyarakat lah yang menjadikan Kampung KB di Kabupaten Kuningan ini berjalan sukses. Jadi, dua anak akan lebih baik dan sejahtera,” pungkas Hj.Jamilah. (MC Kuningan / Yudi)