Sampai Oktober 2015 Pengguna MKJP di Kabupaten Kuningan Capai 20,34 Persen

Laju Pertumbuhan penduduk di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sehingga imbas dari pada itu, ialah kesejahteraan penduduk itu sendiri. Selain itu pertumbuhan penduduk juga akan berpengaruh pada beberapa sektor diantaranya, sektor pendidikan, kesehatan dan lingkungan sosial. Contoh, ada 100 bayi yang lahir hari ini, maka pemerintah harus menyiapkan 100 bangku pendidikan, 100 lapangan kerja, 100 tempat tinggal serta bertambahnya layanan kesehatan baru.

Berdasarkan contoh di atas, kita dapat menyimpulkan, bahwa pertumbuhan penduduk erat kaitannya dengan kesejahteraan. untuk itu pemerintah terus berupaya menekan laju pertumbuhan penduduk tersebut melalui program Keluarga Berencana (KB).

Di Kabupaten Kuningan sendiri, program Keluarga Berencana terus digaungkan melalu berbagai kegiatan oleh Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Kuningan. Sehingga kesadaran masyarakat Kuningan untuk ber-KB cukup tinggi, namun bukan berarti program KB tersebut tidak mengalami kendala. Salah satu kendala yang dihadapi BKBPP Kabupaten Kuningan, masih rendahnya angka pengguna Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Berdasarkan data yang disampaikan Kabid KB Drs.H.Tedy Noviandi M,Si kepada Info Kuningan, Senin (7/12/2015), sampai dengan bulan Oktober 2015 pengguna MKJP yang meliputi MOP, MOW, Implant dan IUD mencapai 20,34 persen hanya mengalami kenaikan sebesar 0,57 persen dari tahun 2014. Namun di sisi lain penguna alat kontrasepsi jangka pendek mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

“beberapa faktor minimnya pengguna MKJP ini salah satunya adalah faktor turunan atau lingkungan, maksudnya bila orang tuanya dulu menggunakan alkon suntik, pil dan kondom maka anak perempuannya yang sudah menikah akan mengikuti menggunakan alkon yang sama yang belum tentu cocok untuknya. Selain itu juga masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang besarnya manfaat menggunakan MKJP,” kata H.Tedy.

Menurut H.Tedy, bila dilihat dari segi keuntungan, MKJP lebih efektif, efisien, ekonomis dan aman. Efektif dari segi pemasangan, efisien dari segi waktu yang cukup lama, ekonomis dari segi biaya, dan aman dari segi kesehatan dibandingkan dengan metode KB suntik atau pil KB yang bisa mengganggu hormon dalam tubuh.

Selanjutnya H.Tedy mengemukakan, untuk terus meningkatkan angka penguna MKJP, pihaknya akan terus berupaya melakukan pembinaan/bimtek kepada petugas lini lapangan KB dengan maksud agar lebih maksimal dalam melakukan kegiatan KIE kepada masyarakat sasaran KB. Selain langkah tersebut, pihaknya akan terus memaksimalkan berbagai pelayanan KB di masyarakat, seperti pelayanan KB statis yang secara rutin dilaksanakan di Puskesmas dan Rumah Sakit, pelayanan KB momentum maupun pelayan KB terpusat.

“selain menekan laju pertumbuhan penduduk, tujuan utama lain meningkatkan jumlah pengguna MKJP, adalah untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi di Kabupaten Kuningan yang disebabkan oleh empat terlalu (4T), terlalu muda, terlalu banyak, terlalu dekat dan terlalu tua. sehingga dengan menggunakan MKJP, masyarakat akan merasakan manfaat yang sangat besar dengan dapat menunda kehamilan dan mengatur jarak kelahiran. Dengan begitu akan tercipta keluarga yang berkualitas dan sejahtera,” pungkas H.Tedy. (MC Kuningan / Yudi)