Nursidik (Mahasiswa UNIKU) Raih Juara Intelegensia Lomba Duta Mahasiswa GENRE Tingkat Nasional

Nursidik mahasiswa Universitas Kuningan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Bahasa Inggris yang merupakan pengurus Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-M) “Arya Kamuning” UNIKU, tampil meyakinkan dalam Lomba Duta Mahasiswa Generasi Berencana (Genre) tingkat Nasional yang digelar selama sepekan (23-29/11/2015) di Hotel Swiss Balhotel Jl. Kartini Raya Mangga Besar Jakarta.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh BKKBN Pusat, Nursidik yang berpasangan dengan Rumayah, mahasiswi dari Universitas Indonesia itu, berhasil meraih gelar Juara harapan I. Dimana dalam perlombaan tersebut, Masing-masing provinsi mengirimkan pasangan mahasiswa dan mahasiswi, untuk memperebutkan piala bergilir Menko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) Republik Indonesia, Puan Maharani.

Selain mendapat tropi, piagam, solempang dll, Nursisdik dan Rumayah, juga mendapat hadiah berupa uang tunai sebesar Rp. 7.500.000. Dalam Lomba Duta Mahasiswa Genre Tingkat Nasional tersebut, juga dilakukan pemilihan untuk katagori Intelegensia, juara pavorit, juara foto genic, juara motivator, serta juara kreator.

Melalui penilaian tersebut, Nursidik kembali meraih juara untuk kategori intelegensia. Menteri Koordinator PMK Puan Maharani dalam sambutannya yang disampaikan oleh Dirjen kesehatan mengatakan, bahwa penomena remaja saat ini sangat komplek, dan penuh tantangan dalam menghadapi globalisasi saat ini. Untuk itu remaja harus siap menghadapi tantangan tersebut.

“jangan dulu minum panta bila belum minum coca cola, jangan dulu bermain cinta bila belum tamat sekolah,” itulah pantun yang disampaikan Menteri PMK saat mengakhiri sambutannya yang disambut dengan gemuruh tepuk tangan seluruh hadirin.

Sementara Kepala BKKBN Pusat, Surya Candra Surapati mengatakan, bahwa remaja saat ini harus menjadi remaja yang sehat, cerdas, ceria, mandiri dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa. Generasi remaja harus mempunyai rencana untuk terus belajar/sekolah setinggi mungkin, setelah itu merencanakan untuk sukses dalam berkarier, selanjutnya baru merencanakan untuk berumah tangga dengan perencanaan yang matang, dan peduli dengan kependudukan.

Kasubid KRR BKBPP Kabupaten Kuningan Uum Darum, M.Pd selaku pembina PIK-M UNIKU saat mendampingi Nursidik pada acara tersebut mengatakan, bahwa Lomba Duta Mahasiswa Generasi Berencana (Genre) tingkat nasional penilaiannya tidak hanya dari penampilan saja namun dinilai dari kemampuan dalam berbahasa Ingris dan penguasaan materi tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), bahaya seks bebas, materi tentang NAPZA/Narkoba, HIV/AIDS, pengelolaan PIK-M, Kependudukan, Budaya Daerah, penomena remaja dan pengetahuan umum lainnya.

Disamping itu peserta harus membuat makalah dan mempresentasikannya dihadapan Juri serta harus menjawab semua pertanyaan Juri. harus menampilkan kreasi seni budaya daerah, ditambah lagi penilaian tingkah laku oleh juri bayangan. Dilakukan pula praktek lapangan dengan melakukan sosialisasi Generasi Berencana (Genre) langsung terhadap siswa/siswi SLTA di sekolah terdekat.

Ditempat yang sama Rektor UNIKU Dr. H. Iskandar, MM yang didampingi Purek III Dr. Dikdik Harjadi, M.Si turut berbangga dan bahagia karena Mahasiswanya dapat meraih Juara Harapan I tingkat Nasional dan mampu bersaing dengan mahasiswa/mahasiswi dari Perguruan Tunggi ternama di tanah air.

Nursidik yang berasal dari Desa Kalimanggis Wetan Kecamatan Kalimanggis, merupakan alumni dari SMK Model Patriot IV Ciawigebang. Mahasiswa yang memiliki segudang prestasi itu, memang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya. Nursidik, pernah mewakili Indonesia dalam APEC youth skills camp 2014 di China, Juara Nasional pidato bahasa Inggris tahun 2013, juara 3 debat bhs. Ingris tingkat Jabar tahun 2013, juara 3 youth speak funday tahun 2014, juara 1 pidato bhs. Inggris 2014 dan 2015, serta juara 1 debat terbuka bhs Indonesia se Jabar 2014 dan 2015.

Semoga kejuaraan Generasi Berencana (Genre) dapat memberi dampak positif terhadap remaja/mahasiswa. Sehingga kedepan akan terwujud remaja-remaja yang berprestasi, keluarga-keluarga yang berkualitas, keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera, dengan semboyan “Dua Anak Cukup”. (MC Kuningan/Yudi)