Peluang Usaha Kue Kering jelang Lebaran Cukup Menjanjikan

Bulan Ramadhan tidak saja membawa berkah bagi kaum muslimin di seluruh dunia yang menjalankan ibadah puasa, namun bulan Ramadhan juga membawa rizki yang luar biasa bagi sejumlah orang yang menggeluti usaha dibidang makanan, salah satunya usaha kue kering.

Menjelang perayaan hari raya Idul Fitri atau lebaran, biasanya kue kering menjadi makanan favorit dan banyak dicari para konsumen. Tradisi makanan wajib yang biasa dihidangkan pada saat lebaran, selain ketupat opor biasanya juga dihidangkan berbagai macam kue kering seperti nastar, kastengel, putri salju, kue sagu, kue lidah kucing, serta aneka macam kue lainnya.

Kebiasaan masyarakat tersebut menyebabkan permintaan akan kue kering mampu meningkat tajam, bahkan hingga 200% dari permintaan pasar pada hari–hari biasa. Tingginya permintaan pasar akan kue kering biasanya dijadikan sebagai peluang untuk meraih untung dari usaha musiman tersebut. Ibu Yeti misalnya, warga Perumnas Ciporang Kabupaten Kuningan, yang membuka usaha kue kering berlabel “Rifqi Cookies” ini, sudah hampir 8 tahun memproduksi kue kering jelang lebaran sesuai pesanan.

Memasuki awal Ramadhan saja, pemesanan kue kering yang masuk kepadanya sekitar 300 toples. Dan menurutnya, pesanan akan bertambah lagi jelang hari raya, apalagi pesanannya tidak hanya datang dari Kuningan namun dari luar kota seperti Jakarta, Tanggerang, Banten dan Bandung.

Menurut Yeti, agar sukses, tentu saja penjual harus memiliki semangat yang gigih, maklum menjelang puasa dan Lebaran, banyak bermunculan para pedagang kue kering musiman. Dimana mereka biasa mendapatkan keuntungan besar menjelang puasa dan Lebaran.

Membidik pasar kue kering, kata Yeti, tentunya tidak harus mendirikan atau mempunyai toko permanen sebagai tempat berjualan. Terlebih usaha seperti ini merupakan usaha musiman, maka dengan hanya menyediakan stok yang cukup di rumah sudah cukup untuk membuka usaha ini. “ Kalau punya tempat sih lebih enak, tetapi tidak punya pun juga tak mengapa,” ujar Yeti.

Selanjutnya Yeti mengatakan, sukses bisnis kue kering ini terletak pada kualitas rasa yang dihasilkan, bukan tempat, Sehingga pesanan pun berdatangan. “ Tidak perlu ribetlah menjual kue, karena kalau pembeli puas maka mereka akan menceritakan kepada yang lainnya,” tegas dia.

Masih kata Yeti, Konsumen potensial dari bisnis kue kering ini tentunya adalah para ibu rumah tangga yang suka dengan kue-kue kering aneka rasa dan bentuk. Sehingga tak salah jika mengatakan kalau pasar bisnis sudah terbentuk. Tinggal bagaimana si empunya usaha saja berkreasi menjual kue keringnya. Sementara itu, harga yang ditawarkan untuk kue kering berlabel “Rifqi Cookies” buatannya bervariasi, mulai dari 30 sampai 50 ribu rupiah.

“ Kalau dikalkulasi, dari harga segitu, keuntungan ya sekitar 50%- nya lah,” tutup dia. (MC Kuningan / Yudi)