Disperindag Kab.Kuningan “Ayo Belanja Di Pasar Tradisional”

Pasar tradisional masih merupakan wadah utama penjualan produk-produk kebutuhan pokok yang dihasilkan oleh para pelaku ekonomi bersekala menengah kecil serta mikro. Mereka adalah para petani, nelayan, perajin dan industri rumah tangga yang merupakan mata pencaharian sebagian besar masyarakat, dan mereka menyandarkan hidupnya kepada pasar tradisional. Pasar tradisional selalu menjadi indikator nasional dalam kaitannya dengan pergerakan tingkat kestabilan harga atau inflasi domestik. Dalam menghitung inflasi harga kebutuhan pokok yang dijual di pasar tradisional seperti beras, gula pasir, dan sembilan kebutuhan pokok lainnya menjadi objek monitoring para ahli statistik dan instansi pemerintah setiap bulannya.
Pasar tradisional juga mempunyai peranan yang sangat strategis dalam rangka peningkatan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja, untuk itu diperlukan upaya-upaya dalam rangka peningkatan daya saing pasar tradisional yang selama ini identik dengan sebuah lokasi perdagangan yang kumuh, sembraut, kotor dan merupakan sumber kemacetan lalu lintas.
Untuk menghilangkan kesan kurang baik terhadap pasar tradisional, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, terus berupaya membenahi sarana prasarana yang ada di pasar tradisional. Salah satu nya adalah Pasar Baru Kuningan. Kesan kumuh, becek dan kotor kini tidak akan tampak lagi dimata setiap pengunjung yang akan berbelanja yang ada adalah bersih dan tertata rapih.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kuningan, Drs.Agus Sadeli, M.Pd didampingi Kepala Bidang Perdagangan Erwin Irawan, SE saat ditemui di runag kerjanya (2/2/2015) kepada Info Kuningan mengatakan, berdasarkan data tahun 2013 di Kabupaten Kuningan terdapat 15.750 sarana prasarana perdagangan, yang terdiri dari 27 pasar tradisional, 96 pasar modern dan sisanya adalah agen, warung, toko serta jasa, dengan nilai investasi 645.917.549.136 Rupiah.
Selanjutnya Agus mengatakan, meski jumlah pasar tradisonal di bawah pasar modern, namun pihaknya akan terus berupaya mengembangkan pasar tradisional dari segi sarana dan prasaranya demi kenyamanan dalam transaksionalnya, Sehingga kenyamanan nya tidak kalah oleh pasar modern.
“Untuk saat ini, yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana agar pasar tradisional bisa dibuat menjadi lebih layak sebagai tempat transaksi tanpa harus secara drastis mengubah citranya atau khasnya sebagai pasar tradisional. Jika pasar tradisional bisa dikelola dengan baik dan menarik, maka tidak menutup kemungkinan bahwa golongan masyarakat yang berpendapatan tinggi dan menengah keatas akan tertarik mengunjungi pasar tradisional.” Jelas Agus.
Lebih lanjut Drs.Agus Sadeli, M.Pd mengajak kepada masyarakat Kuningan, untuk datang dan berbelanja di pasar tradisional, karena menurut Agus dipasar tradisional bahan baku lebih segar, harga lebih terjangkau karena adanya posisi tawar antara pedagang dan pembeli.
Sementara itu, ketika dimintai keterangan terkait harga kebutuhan pokok yang masih tinggi ditengah-tengah harga BBM yang sudah turun, Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Kuningan Erwin Irawan, SE menjelaskan, bahwa harga kebutuhan pokok telah ditentukan oleh mekanisme pasar dan pihak pemerintah tidak bisa mengatur atau intervensi, Kewenangan pemerintah hanya sebatas monitoring.
“Harga kebutuhan pokok itu kan ditentukan oleh mekanisme pasar yang dipengaruhi oleh ketersediaan barang dan jumlah permintaan. kami tidak punya kewenangan untuk intervensi dalam mengatur dan menentukan harganya, meskipun saat ini harga BBM sudah turun tapi beberapa harga kebutuhan pokok ada yang masih tinggi. Berdasarkan peraturan Perundang-undangan, kami hanya bisa mengatur terhadapa harga barang-barang bersubsidi, seperti pupuk.” Kata Erwin.(Yudi/Bidkom Diskominfo Kuningan)