Angka Penganguran di Kabupaten Kuningan Masih Cukup Tinggi

Kendati Pemkab Kuningan terus berupaya mengentaskannya, namun angka pengangguran di kota kuda ini masih tergolong tinggi. Berdasarkan hasil survey angkatan kerja nasional tahun 2015, angka pengangguran di Kabupaten Kuningan mencapai 32.118 jiwa.

Berdasarkan latarbelakang pendidikan, pengangguran lulusan SD sederajat tercatat sebanyak 9.225 orang. Untuk lulusan SMP sederajat sebesar 9.857 orang. Paling besar pengangguran lulusan SMA sederajat yang mencapai 11.705 orang. Bahkan terdapat pula pengangguran jebolan perguruan tinggi sebanyak 1.331 orang.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kab.Kuningan, Drs.H. Dadang Supardan, MSi melalui Kasubag Program Drs.H.Suud, MSi kepada Info Kuningan, Rabu (16/3/2016) mengatakan, tingginya angka pengangguran dikabupaten kuningan, dikarenakan tidak adanya keseimbangan antara jumlah yang diterima kerja dengan out put pendidikan.

“Bagaimana pengangguran tidak bertambah banyak, sekarang yang diterima kerja misalnya seribu, sementara yang baru lulus sekolah sampai sepuluh ribu orang, ya jelas pengangguran banyak, apalagi perusahaan di kuningan sedikit,” kata Suud.

Di Kuningan sendiri, kata Suud, terdapat 329 perusahaan kategori besar, sedang dan kecil, dimana masing-masing perusahaan tersebut daya tampungya terbatas hanya bisa menyerap tenaga kerja mulai dari 5 sampai 300 orang.

“Perusahaan di Kuningan sangat sedikit sekali, sehingga daya serap tenaga kerjanya rendah dan tidak mungkin di kuningan berdiri perusahaan-perusahaan besar yang bergerak dibidang industri, karena kita ketahui kuningan merupakan kabupaten konservasi,” jelasnya.

Kendati demikian, kata Suud, Pemkab Kuningan terus berupaya mencari solusi untuk menekan seminimal mungkin angka pengangguran tersebut, baik melalui pemberian pelatihan berbasis kompetensi maupun dengan menggelar job fair.

“Kami di Dinsosnaker terus berupaya menekan angka pengangguran itu, dengan memberikan pelatihan berbasis kompetensi serta memberikan peralatan untuk membuka usaha, seperti mesin jait, alat perbengkelan dan lain-lain, sehingga yang tadinya nganggur dapat membuka usaha sendiri dengan berwiraswasta,” papar Kasubag Program.

Lebih lanjut Suud memaparkan, tanggungjawab pengentasan angka pengangguran ini membutuhkan sinergitas antar SKPD terkait. Tak heran jika Bupati Kuningan mengeluarkan SK tentang Pembentukan Tim Penyusun Perencanaan Tenaga Kerja Makro dan Profile Ketenagakerjaan.

“Masalah pengangguran, itu tidak hanya menjadi tanggung jawab kami di Dinsosnaker melainkan tanggung jawab bersama, untuk itu dibutuhkan sinergitas antar SKPD di lingkup pemerintahan Kab.Kuningan, apalagi pada tahun 2015 Ibu Bupati telah menerbitkan SK tentang Pembentukan Tim Penyusun Perencanaan Tenaga Kerja Makro dan Profile Ketenagakerjaan, yang harus berjalan pada tahun 2016 sekarang, “ pungkasnya. (MC Kuningan/Yudi)