Hadapi Pasar Bebas MEA, IKM Diminta Tingkatkan Kualitas Produk Dengan Jaminan Pangan Yang Aman dan Halal

Keamanan pangan, masalah dan dampak penyimpangan mutu dalam pengembangan sistem mutu industri pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, industri dan konsumen, yang saat ini harus mengantisipasi dengan implementasi sistem mutu pangan. Karena di era pasar bebas ini, industri pangan di Indonesia sudah harus mampu bersaing dengan derasnya arus masuk produk industri pangan negara lain yang telah mapan dalam sistem mutunya.

Hal tersebut dikemukakan Bupati Kuningan Hj.Utje Ch Suganda, S.Sos., M.AP di hadapan 190 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dalam kegiatan Sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) dan Sertifikasi Halal yang digelar Disperindag Kab.Kuningan, Kamis (10/3/2016) di Aula Wisma Permata Kuningan.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, salah satu sasaran peningkatan daya saing dan kualitas produk pangan dalam menghadapai pasar bebas MEA adalah terjaminnya pangan yang aman dan halal bagi konsumen.

“Sertifikat P-IRT dan Halal, tak hanya dapat menjadi penyaring. Sertifikat ini dapat menjadi nilai jual Indonesia, terutama saat wisata syariah tengah populer. Jadi produk halal juga menjamin keamanan dan kesehatan barang yang beredar,” paparnya.

Berdasarkan data dari Disperindag, dari 3.735 IKM di Kuningan hanya 1.128 IKM yang baru memiliki Sertifikat P-IRT dan 430 IKM yang memiliki sertifikat Halal. Hal tersebut menurut Bupati, dikarenakan masih kurangnya tanggung jawab dan kesadaran produsen/pelaku industri rumah tangga terhadap standarisasi keamanan pangan.

Dalam menghadapi permasalahan tersebut, lanjut Bupati, Pemkab melalui Disperindag terus berupaya melakukan program penerapan standarisasi keamanan pangan dengan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran produsen pangan tentang mutu dan keamanan pangan melalui fasilitasi sertifikat P-IRT dan Halal.

“Sudah saatnya antisipasi akan Quality System yang konsisten dan keamanan pangan terutama di industri pangan dicermati dan diimplementasikan di era pasar bebas sekarang ini,” pungkas Bupati. (MC Kuningan/Yudi)